DAGING SAPI AUSTRALIA BERSERTIFIKAT HALAL

May 4, 2017

 

 

Australia adalah salah satu eksportir produk pangan halal terbesar di dunia. Daging sapi berlogo halal asal Negeri Kangguru ini pun mudah ditemukan di Indonesia. Sebenarnya, seperti apa proses pemotongan hewan di rumah jagal bersertifikat halal di Australia?

 

Akhir tahun lalu, sekumpulan jurnalis kuliner dan gaya hidup dari Timur Tengah diundang Meat and Livestock Australia berkunjung ke negara tetangga Indonesia ini. Mereka menyaksikan sendiri proses penjagalan sapi sehingga menghasilkan produk sapi halal.

 

Dari Kerwee, para jurnalis pindah ke salah satu pabrik pengolahan sapi terbesar di Queensland, Stanbroke. Semua orang yang memasuki pabrik ini harus mengenakan helm pelindung, bot, sarung tangan, dan mantel.

 

Mereka dipandu menyaksikan proses secara terbalik, yakni mulai dari pengemasan, pemotongan daging, pengambilan tulang, pengeluaran isi perut, pengulitan, sampai penyembelihan.

 

Di tahap inilah Mohammed, muslim asal Maroko berkebangsaan Australia, mengucapkan 'Bismillah... Allahu akbar...". Ia tak sempat mengobrol dengan para pengunjung karena sibuk menyembelih ratusan sapi per hari.

 

Proses penyembelihan di Stanbroke banyak dipengaruhi penelitian Temple Grandin, dokter ilmu hewan asal Amerika, tentang kesejahteraan hewan. Ia menyarankan ternak digiring ke tempat penjagalan dengan barisan yang berkelok-kelok agar mereka tak stres saat disembelih.

 

Sapi lalu ditidurkan di ruang yang nyaman dan kepala mereka ditembak dengan pistol khusus agar pingsan. Staf lalu mengetes dengan menyentuh mata sapi. Jika berkedip, tandanya sapi masih sadar dan perlu dipingsankan sekali lagi. Setelah disembelih, sapi tersebut ditandai 'non-halal'. Jika hewan tidak merespons, sapi direbahkan di meja penjagalan dan disembelih dengan nama Allah.

 

Sapi yang sudah mati kemudian diperiksa oleh pakar halal untuk memastikan bahwa penyebab kematiannya adalah karena lehernya digorok, bukan karena tengkoraknya retak.

 

Dengan cepat tubuh sapi dikaitkan, digantung, lalu disetrum agar darahnya terkuras habis dan agar dagingnya terasa lebih empuk. Sapi lalu dikuliti, dibuang isi perutnya, dan dipotong-potong.

 

Potongan-potongan tersebut diperiksa skor marbling-nya (seberapa banyak lemak dalam daging), warna daging (dengan skala kemerahan), serta warna lemak (dari kuning yang terburuk sampai putih yang terbaik). Daging lalu ditandai dan dipindahkan ke bagian lain untuk dibuang tulangnya, dibagi per porsi, dan dikemas.

 

Kebersihan sangat diperhatikan di setiap tahap. Karyawan dan pengunjung harus mengenakan pakaian pelindung yang sudah disanitasi. Mereka juga harus mencuci tangan dan bot secara saksama sebelum melangkah ke kolam berisi air yang sudah disanitasi di pintu pabrik. Setiap karyawan juga memakai penutup rambut serta penutup janggut untuk yang berjanggut gondrong.

 

Glen Thompson dari Stanbroke menyebutkan bahwa regu pembersih siap membersihkan seluruh tempat pemotongan hewan dari setitik darah sekalipun hingga pukul 11 malam. Jadi tempat tersebut sudah bersih dan siap dipakai untuk shift berikutnya yang dimulai pagi-pagi sekali.

 

"Kami sangat serius mengerjakan proses halal," ujar Thompson. Jadi, konsumen makin yakin bahwa proses halal juga sangat menjaga kebersihan dan keamanan pangan.

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags
Please reload

Follow Us
  • Instagram - Black Circle
  • Facebook Basic Square
Hijrahfood HQ

Jl. Raya Bantar Gebang Setu

No. 57, Cimuning, Kota Bekasi

17155 

Phone :

+6221-82622082

Whatsapp :

+62813-1640-5922

+62822-1000-0248

Hijrahfood Cakung

Ruko Taman Pulo Indah

Blok G No. 3, Cakung, 

Jakarta Timur

13940

Phone :

+621-4801380/81

Whatsapp :

+62813-8498-2788

 

Email :
info@hijrahfood.co.id

 

Find Us :
       hijrahfood.meatshop

 

  • Instagram

© 2020 by PT Hijrah Gizi Hewani